Ya Shahib Zaman

"Kebenaran Yang Tersembunyi di Tempat Yang Gelap Kelak Akan Menampakan Sinarnya di Tempat Terbuka , Keimanan Yang Diajarkan di Dalam Rumah Kelak Akan Diteriakan di Tempat Yang Ramai", Isa Al-Masih as

  • HOME
  • ARTIKEL
    • Berita
    • Alkisah
    • Islami
    • Inspirasi
    • Film
  • Ebooks
    • Do'a
    • Filsafat
    • Islami
  • Galeri
    • Gambar
    • Suara
    • Video
  • Contact

Website

  • Alhassanain.com
    more
  • Irib Indonesia
    more
  • ShiaSource.com
    more
  • Al-Shia.org
    more
  • SyiahIndonesia
    more
  • Syiahali.wordpress.com
    more
  • Syiah.co
    more
  • ICC Jakarta
    more
6:30 AM

HALAMAN ALKISAH


Kisah Malik Al-Asytar ra
Kisah Mus'ab bin Umair Al-Khair ra
Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra dengan Imam Mahdi ajf (Bag 1)
Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra dengan Imam Mahdi ajf (Bag 2)
Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra dengan Imam Mahdi ajf (Bag 3)




























6:19 AM

Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra dengan Imam Mahdi ajf (Bag 3)


Kisah Ketiga

Dimasa aku bertempat tinggal di kota surruman ra'a (Samura') disuatu malam pada musim dingin aku menginap di ruangan suci bawah tanah, di ahir-ahir malam aku mendengar suara langkah kaki padahal semua pintu ruangan terkunci, maka aku menjadi bingung ketakutan, karena bisa jadi diantara musuh-musuh ahlulbait (as) ingin membunuhku, dan lilin yang ada didekatku telah meleleh. Tiba-tiba ada suara indah berkata: ”Salamun alaikum ya sayyid" –dan menyebut namaku- kemudian aku menjawab salam beliau, dan aku berkata: siapakah engkau? Dia berkata: salah seorang dari keturunan paman-pamanmu. Aku berkata: Padahal pintu-pintu telah terkunci, maka dari mana engkau bisa datang? Beliau berkata: "Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". "Berasal dari daerah mana engkau?" tanyaku pada beliau. "Dari Hijaz" jawab beliau.

Kemudian Sayyid Al-Hijazi berkata: "Mengapa engkau datang ketempat ini dini hari?" Aku menjawab: "untuk keperluan tertentu". Beliau berkata: "hajatmu akan terpenuhi" kemudian beliau menekankan pada beberapa pokok permasalahan, diantaranya adalah:

1. Shalat berjama'ah, mempelajari ilmu fiqih, hadits serta tafsir.

2. Menekankan untuk menyambung hubungan famili serta menjaga hak-hak para guru dan ustazd

3. Beliau menekankan untuk mengkaji dan menghafal Nahjul balaghah

4. Menghafal do'a-do'a Shahifah Sajjadiyyah

Kemudian aku meminta agar beliau berkenan untuk mendo'akanku. Maka beliau segera mengangkat kedua tangannya seraya berdo'a untukku: "Tuhanku, demi kebenaran Muhammad dan keluarganya berikanlah taufik pada Sayyid ini agar selalu berkhidmat untuk syari'ah dan karuniailah dia dapat merasakan manisnya munajat dengan-Mu. Jadikanlah kecintaanya didalam hati manusia serta jagalan dia dari bahaya tipudaya syaitha terutama penyakit dengki.

Ditengah-tengah pembicaraan Sayyid Al-Hijazi berkata: "Aku punya turbah sayyidusy-Syuhada' (as) dan ia benar-benar asli tanpa campuran". Kemudian beliau memberikan padaku beberapa mistqal darinya. Sebagiannnya senantiasa ada padaku, sebagaimana juga beliau memberikan kepadaku cincin akik yang senantiasa ada padaku. Aku menyaksikan pengaruh-pengaruhnya yang sangat agung. Kemudian Sayyid Al-Hijazi menghilang setelah itu

Hal ini tidak samar lagi bagi orang-orang yang berakal bahwa tiga hikayat ini telah ditulis langsung oleh Sayyid –Quddisa sirruh- dengan bahasa persi didalam dua naskah yang beliau kirim kepada pengarang yang handal Ustazd Hasan 'Imad Zadeh agar mencantumkannya didalam kitabnya yang sangat bernilai, yaitu kitab Muntaqem Haqiqi yang membahas tentang Shahibul Amr (Imam Mahdi) –alaihi As-Salam wa ajjalallah farajahu As-Syarif- , realitas Intiqam (pembalasan untuk menegakkan keadilan) terhadap para perampas hak-hak keluarga suci Muhammad saww.(as).

Sayyid menukilnya dengan ungkapan: Tuan yang agung dari para pemilik ilmu, memastikan dengan kebenaran, ketepatan serta ketaqwaannya, dari keluarga risalah dan keluarga Al-Murtadha (as). Beliau menukil bahwasannya semasa aku dikota Najaf yang mulia untuk menuntut ilmu pengetahuan agama dan fikih Ahlulbait (as).....sampai pada akir pembahasan yang aku tuturkan untukmu didalam kisah yang pertama tadi. Akan tetapi tiga hikayat tadi aku sanadkan langsung kepada beliau, beberapa bulan terahir sebelumbeliau pulang keharibaan rahmat-Nya, karena keyakinanku bahwa beliaulah Shahib At-Tasyarruf (orang yang mendapatkan kemuliaan bisa berjumpa dengan Imam zaman).

Salah satu dari murid-murid beliau menukil: Salah seorang pembesar Ishfahan memberikan khabar kepadaku, bahwa Sayyid (Al-Mar'asyi) adalah Shahib At-Tasyarruf. Dan sebagai tambahan untuk memperkuat aku datang langsung disaat beliau sedang berada diatas sajadah diruangan yang mulia, aku menanyakan langsung kepada beliau: Tuanku, apakah Antum adalah Shahib At-Tasyarruf didalam tiga hikayat yang disebutkan didalam kitab Muntaqim Haqiqi? Beliau –Quddisa sirruh- berkata: Jangan menukil cerita tersebut untuk kalangan anak-anak muda, karena tidak adanya kesabaran mereka. Maka akupun berkata: Tuanku, aku menukil untuk orang-orangtertentu dari teman-temanku dan murid-muridku. Kemudian beliau terdiam saat itu dan aku merasakan beliau telah meridhai.

Sebagaimana yang aku dengar bahwa beliau berkata kepada sebagian orang-orang tertentu: Jangan menukil hikayat-hikayat dariku kecuali setelah sepeninggalku. Dan sesungguhnya kami menyandarkan (memberikan sanad) langsung kepada Sayyid yang mulia dikarenakan kitab cetakan pada tahun 1332 H-Sy. Dan sekarang sudah tahun 1369 Hijriyyah Syamsiyyah yang bersamaan dengan tahun 1411 Hijriyyah Qamariyyah. Maka hikayat telah tertulis tiga puluh tuju tahun sebelumnya. Artinya umur Ustazd pada masa itu adalah 59 tahun. Dan ini berarti permulaan masa khidmat dan masa marja' beliau, serta puncak gelombang kedengkian serta permusuhan orang-orang yang yang diuji Allah dengan tirai kemoderanan. Tidak gampang bagi Ustazd (Sayyid Mar'asyi) untuk menukil kisah-kisah dari diri beliau sendiri karena khawatir dari para musuh serta para penghasud.

Disana terdapat tanda-tanda didalam hikayat itu sendiri yang menunjukkan dengan penuh jelas bahwa beliau adalah Shahib At-Tasyarryf (orang yang bertemu dengan Imam zaman as ), sebagaimana yang terdapat didalam wasiat beliau agar meletakkan turbah husainiyyah diatas dada beliau yang dijaga didalam kantongnya dan beliau sangat memuliakannya. Sebagaimana halnya juga beliau berwasiat agar diletakkan akik yang tertulis nama-nama suci lima orang Ash-habul Kisa' (as) dan yang lainnya tertulis empat belas nama-nama manusia suci (as). Turbah dan cincin khusus tersebut merupakan hadiah yang diberikan oleh Imam Zaman (as) kepada beliau sebagaiman yang telah kami sebutkan tadi.

Sebagaimana yang tertera didalam wasiat beliau yang pertama: Dan aku wasiatkan kepadanya supaya mensucikan diri (tazkiyatunnafs) dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan syari'at karena sesungguhnya aku telah meraih apa yang aku raih, dan Allah memberikan anugerah kepadaku sesuatu yang belum pernah terlihat oleh pandangan orang-orang dimasa sekarang ini, tidak pula didengar oleh telinga-telinga mereka. Maka segala puji bagi Allah SWT atas pemberian yang agung serta anugerah yang sangat berharga ini, aku telah mewasiatkan sebagian rahasia-rahasia ini didalam kitab khusus yang aku beri nama Salwatul hazin.


(sumber : Kehidupan Teladan Seorang Faqih)

Ke Halaman Alkisah---
6:13 AM

Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra dengan Imam Mahdi ajf (Bag 2)

Kisah Kedua

Disaat aku berziarah ke makam dua Askari (as), tepatnya ditengah-tengah perjalanan menuju ke haram Sayyid Muhammad[3] aku tersesat ditengah-tengah perjalanan. Dan karena pengaruh haus yang sangat mencekik serta tiupan angin yang sangat menyengat aku berputus asa dari kehidupanku, maka akupun jatuh terbanting keatas permukaan bumi dalam keadaan tak sadarkan diri. Disaat aku mencoba untuk membuka kedua mataku tiba-tiba aku dapati kepalaku telah berada di pangkuan sosok yang sangat perkasa. Beliau memeberikan minuman padaku dengan air yang segar, yang belum pernah aku rasakan seumur hidup karena manis dan segarnya. Setelah merasakan segarnya minum beliau membuka hidangan makanan yang terdiri dari dua atu tiga roti, maka akupun segera memakannya. Lalau orang yang berpenampilan arab tadi berkata: "Wahai sayyid, mandilah disungai sini". Aku berkata: Hai saudaraku didaerah sini tidak ada telaga, hampir saja aku mau meningal tadi karena kehausan, kemudian engkau yang menyelamatkan aku". Orang arab tadi berkata: "Ini adalah air yang segar dan bersumber". Tidak selang waktu dia berkata "ini" seketika itu juga aku melihat sungai yang penuh jernih dan segar. Aku merasa sangat heran, dalam diriku aku berkata: sungai ada didekat diriku sini saja, sementara aku hampir mati karena kehausan.

Ringkas cerita orang arab tadi berkata: "Wahai sayyid, engkau hendak pergi kemana? Aku menjawab: Aku hendak pergi ke haramnya sayyid Muhammad (as). Kata orangarab tadi: "Ini adalah haram sayyid Muhammad". Maka aku dapati diriku telah dibawah atap haram Sayyid Muhammad, padahal aku tersesat dijalan Al-Jadisiyyah dan Al-Qadisiyyah sedangkan jarak antara jalan tersebut dengan haramnya Sayyid Muhammad (as) sangat jauh sekali.

Ringkas cerita, diantara manfa'at-manfaat yang dituturkan oleh orang arab tadi disela-sela waktu singkat yang aku khidmatkan adalah sebagai berikut dibawah ini:

1. Penekanan beliau untuk membaca Al-Qur'an yang mulia dan pengingkaran yang sangat kuat terhadap orang yang mengatakan adanya tahrif pada Al-Qur'an. Hingga beliau mendo'akan buruk terhadap orang-orang yang membuat hadits-hadits tahrif.

2. Diantaranya lagi adalah penekanan beliau untuk meletakkan akik yang tertulis nama-nama suci para maksum , yang berjumlah empat belas manusia ma'shum – alaihim As-Salam- dibawah lidahnya orang yang meninggal. 

3. Penekanan beliau untuk selalu berbuat bakti terhadap kedua orang tua dimasa mereka masih hidup dan setelah meninggal dunia.

4. Penekanan beliau untuk berziarah ke kubur-kubur mulia para Imam (as) dan putra-putra mereka serta memuliakannya.

5. Penekanan beliau untuk memuliakan keturunan alawi, beliau berkata: wahai sayyid kenalilah kadar nasabmu yang sampai ke ahlulbay (as) dan syukurilah nikmat yang banyak menyebabkan kebahagiaan serta kebanggaan ini.

6. Beliau juga menekankan untuk selalu membaca Al-Qur'an dan shalat malam. Beliau berkata: "wahai sayyid, celaka bagi para ahli ilmu(orang-orang alim) yang meyakini hubungan mereka dengan kami sedangkan mereka tidak menjalankan amalan ini".

7. Beliau menekankan untuk selalu mengamalkan tasbihat azzahra –salamullah alaiha-.

8. Beliau menekankan untuk selalu menziarahi sayyidus-syuhada dari dekat maupun dari kejahuan.

9. Menekankan untuk menziarahi para putra Imam, orang-orang shaleh serta para Ulama'.

10. Menekankan untuk menjaga dan menghafal khuthbahnya Ash-Shiddiqah Al-Thahirah Fathimah Azzahra' (as) dimasjid nabawi

11. Begitu juga beliau menekankan untuk menjaga khuthbah Asy-Syaqsyaqiyyah oleh Amirulmukminin Ali (as) dan khuthbah tingginya Zainab Al-Kubra dimasa pertemuan dengan Yazid –Laknatullah alaih- , serta beberapa wasiat yang lainnya dari beliau

Belum terlintas dibenakku tentang siapakah orang arab ini sebenarnya? Tiba-tiba beliau telah hilang dari pandanganku.



Ke bagian 3---
6:00 AM

Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra dengan Imam Mahdi as (Bag 1)

Kisah Pertama


Dimasa aku menuntut ilmu-ilmu agama dan fiqih ahlulbayt –Alaihim as-salam- dikota Najaf yang mulia, aku sangat rindu sekali untuk dapat melihat keindahan Maulana Baqiyyatullah Al-A'dzam –Ajjalallah farajahu As-Syarif- dan aku berjanji pada diriku sendiri untuk pergi berjalan kaki disetiap malam rabu menuju ke masjid As-Sahlah dan hal tersebut berlangsung selama empat puluh hari, dengan berniat untuk menziarahi Maulana Shahibul amr (as) supaya dengan hal tersebut aku dapat meraih keberuntungan yang agung.

Aku lakukan amalan ini secara terus menerus hingga tigapuluh enam atau tigapuluh lima malam disetiap malam rabu. Secara kebetulan aku terlambat keluar dari Najaf yang mulia malam itu, dan keadaan cuaca sedang mendung dan turun hujan. Didekat Masjid As-Sahlah situ terdapat parit, dan disaat aku sampai disana dimalam yang sangat gelap dan menakutkan serta takut dari gerombolan para penyamun (dimasa itu banyak sekali terjadi perampokan) aku mendengar suara langkah kaki dari belakangku yang mana kondisi ini semakin menambah rasa takutku. Kemudian aku menoleh kebelakang dan aku melihat seorang sayyid arab yang berpakaian orang desa. Dia mendekat kepadaku dan dengan bahasa yang fasih dia mengucapkan salam: Ya sayyid salam alaikum. Maka rasa takut dari dalam hatiku menjadi hilang semuanya dan aku menjadi tenang. Yang aneh adalah bagaimana dia bisa mengenali bahwa aku ini adalah sayyid dimalam yang sangat gelap gulita seperti itu? Akan tetapi aku tidak sadar tentang kondisi ini bahwa bagaimana dia bisa membedakan dimalam yang begitu gelap ini.

Ringkasnya, kami berbincang-bincang dan kami berjalan bersama-sama, maka beliau mulai menanyakan kemana tujuanmu? Aku berkata: kemasjid As-Sahlah. "Untuk tujuan apa?" sambung beliau bertanya lagi. Aku menjawab: aku bertujuan untuk memuliakan dengan berziarah kepada Waliyyul ashr (as).

Setelah beberapa langkah kami sampai pada di masjid Zaid bin Shuhan, yaitu sebuah masjid kecil yang dekat dengan masjid As-Sahlah. Sayyid Arabi berkata: alangkah baiknya kalau kita masuk kedalam masjid ini terlebih dahulu, melakukan shalat didalamnya dan melaksanakan tahiyyat masjid. Kemudian kami masuk kedalamnya dan ia melakukan shalat, lalu sayyid membaca do'a khusus didalam masjid, dan seolah-olah tembok2 serta bebatuan juga ikut serta membaca do'a bersama beliau, maka aku merasakan revolusi yang ajaib didalah jiwaku yang tidak dapat aku berikan ciri-ciri kepadanya. Setelah membaca do'a kemudian Sayyid Arabi berkata: wahai sayyid, engkau lapar, alangkah baiknya kalau engkau makan malam terlebih dahulu. Setelah itu beliau mengeluarkan makanan dari dalam aba'ahnya. Disitu terdapat tiga potong roti dan dua atau tiga timun yang masih hijau dan segar, seolah-olah baru dipetik dari kebun. Saat itu adalah dinginnya yang mencekam mencapai hari empat puluhan musim dingin, dan aku tidak menyadari pada makna ini bahwa dari mana beliau membawa timun yang masih segar ini dimusim dingin seperti ini? Maka kamipun mulai menghidang makan malam, sebagaimana perintah sayyid. Kemudian beliau berkata: bangkitlah, mari kita pergi kemasjid As-Sahlah. Maka kamipun masuk kemasjid As-Sahlah, sayyid melakukan amalan-amalan yang telah tertera dibeberapa tempat, sedangkan aku mengikuti beliau, serta melakukan shalat maghrib dan Isya' , maka akupun mengikuti beliau lagi, seolah-olah aku tidak punya ikhtiar, dan anehnya aku tidak begitu perhatian bahwa siapakah sebenarnya sayyid ini?

Setelah selesai melakukan amalan-amalan, Sayyid arabi berkata: wahai sayyid, apakah engkau pergi menuju masjid Kufah sebagaimana orang-orang yang lain setelah selesai melakukan amalan-amalan, ataukah engkau menetap di masjid As-Sahlah ini. Aku menjawab: Aku menginab dimasjid ini, maka kamipun duduk ditengah masjid persis ditempatnya Imam Ja'far As-Shadiq (as).

Aku berkata kepada Sayyid: Apakah engkau suka teh atau kopi, atau suka merokok, agar aku dapat menyediakannya untuk engkau? Maka beliau menjawab dengan jawaban yang general: Ini semua adalah termasuk perkara-perkara dari kehidupan yang sekunder, sedangkan kami menjauhkan dari kehidupan-kehidupan yang bersifat lebih (sekunder)".

Perkataan ini sangat berpengaruh didalam relung hatiku, setiap kali aku tidak minum teh, dan mengingat posisi serta perkataan yang demikian itu dadaku menjadi berdebar.
Ala kulli hal, perbincangan kami menjadi lama hingga mendekati dua jam, dan dalam momen yang tepat itu aku dapat menngambil dan mengingat-ingat beberapa pokok permasalahan yang akan kami isyaratkan sebagiannya sebagai berikut:

1- Berlangsung perbincangan seputar istikharah, berkata Sayyid arabi: wahai sayyid, bagaimana engkau mengamalkan istikharah dengan tasbih?. Aku menjawab: membaca shalawat tiga kali, membaca "Astakhirullah birahmatihi khiyaratan fi 'Afiyah" tiga kali, kemudian aku mengambil segenggam tasbih dan aku menghitungnya, apabila sisanya genab maka hasilnya adalah tidah baik, dan jika sisanya ganjil maka hasilnya adalah bagus. Sayyid berkata: Pada istikharah seperti ini tidak sempurna dan kau belum tahu yaitu apabila ia sisa ganjil tidak dapat dihukumi secara langsung bahwa dia adalah bagus, akan tetapi terhentilah disitu, dan harus melakukan istikharah sekali lagi untuk meninggalkan pelaksanaan, apabila tersisa ganjil lagi maka baru terungkap bahwa istikharah yang pertama tadi adalah bagus, dan jika hasilnya genab, maka dapat terungkap bahwa hasil istikharahnya adalah tengah-tengah.

Dalam diriku aku berkata menurut kaidah ilmiah hendaknya aku harus meminta dalil, maka aku bertanya kepada beliau tentang hal tersebut. Beliau menjawab: kami telah sampai dari tempat yang tinggi. Maka hanya dengan ungkapan seperti ini aku mendapatkan penyerahan diri dan kepatuhan didalam diriku, dan dalam kondisi seperti ini aku tidak memperhatikan siapakah sebenarnya Sayyid ini

2- Dari pokok-pokok permasalahan dalam perbincangan tadi adalah penekanan Sayyid arabi untuk membaca ayat-ayat ini setelah melakukan shalat wajib lima waktu, setelah shalat shubuh membaca surat Yasin, setelah shalat dhuhur membaca surah Amma (An_naba'), setelah shalat maghrib membaca surah Al-Waqi'ah dan setelah shalat Isya' membaca surah Al-Muluk.

3- Diantara pokok-pokok permasalahannya adalah penekanan beliau untuk melakukan shalat dua rakaat diantara shalat maghrib dan Isya' pada rakaat pertama membaca surat apa saja yang kamu suka setelah membaca Al-Fatihah, adapun pada rakaat yang kedua membaca surah Al-Waqi'ah (setelah membaca Al-Fatihah). Beliau berkata: ini sudah cukup tanpa harus membaca surah Al-Waqi'ah lagi setelah shalat maghrib sebagai mana yang lalu. (artinya apabila engkau telah membacanya didalam shalat, maka tidak ada anjuran untuk membaca yang kedua kalinya setelah shalat maghrib.

4- Diantara pokok permasalahan yang ada adalah penekanan beliau terhadap do'a ini setelah shalat lima waktu: "Allahumma sarihni minalhumumi walghumumi wa wahsyatish-shadri[1] wa waswasatisy-syaithani birahmatika ya arhamarrahimin".

5- Diantara pokok permasalahannya adalah penekanan beliau untuk membaca do'a sebagai berikut ini setelah membaca dzikir ruku' dalam shalat-shalat wajib lima waktu terutama pada rakaat yang terahir: "Allahumma shalli 'Ala Muhammad wa Ali Muhammad wa tarahham 'ala 'ajzina wa aghitsna bihaqqihim".

6- Beliau telah memuji-muji kitab "Syara'i_ul Islam" karya seorang pakar peneliti Al-Hilli. Beliau berkata: Semuanya sesuai dengan kenyataan yang ada kecuali bebepara pokok permasalahan saja.

7- Penekanan beliau untuk membaca Al-Qur'an dan memberikan hadiah pahalanya kepada orang-orang syiah yang tidak memiliki warisa (keturunan) atau mempunyai keturunan akan tetapi mereka tidak ingat terhadap keluarga-keluarga yang sudah pada meinggal.

8- Didalam waktu shalat (sebuah surban) diletakkan dibawah dagu sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang arab, dan dilingkarkan pada dagu tersebut, serta diletakkan sebuah amamah (ikatan kepala sebagaimana yang dipakai oleh orang-orang arab atau para pembesar agama dan para santri diwilayah arab dan Iran) diatas kepalanya. Beliau berkata: hal itu terdapat didalam syari'at.

9- Penekanan beliau untuk berziarah ke makam Sayyyidusy-Syuhada' (as).

10- Do'a beliau kepada diriku, beliau berkata: Semoga Allah menjadikan engkau termasuk orang-orang yang selalu berkhidmat terhadap syari'at.

11- Aku berkata kepada beliau: Aku tidah tahu apakah ahir kehidupanku akan berahir dengan baik, dan apakah wajahku akan putih dihadapan Allah Pemilik syari'at yang suci. Beliau berkata: ahir hayatmu akan berahir dengan kebaikan dan amal-amal perbuatanmu akan diterima serta wajahmu akan putih.
Aku berkata: Aku tidak tahu apakah kedua orang tuaku, ustazd-ustazdku serta sanak familiku semuanya akan rela terhadap diriku? Beliau berkata: mereka semuanya ridha dengan kamu dan mendo'akanmu.

Kemudian aku memohon kepada beliau untuk mendo'akanku agar aku bisa sukses didalam berkarya tulis, maka beliaupun mendo'akan aku.

Disana terdapat beberapa pokok permasalahan yang lainnya yang tidak dapat aku jelaskan secara terperinci.

Kemudian aku ingin keluar dari masjid untuk keperluan tertentu. Aku pergi kekolam, kolam itu berada ditengah-tengah jalan, dan sebelum aku keluar dari masjid segera terlintas dalam benakku malam apakah ini? Dan siapakah Sayyid arabi yang memiliki segudang keutamaan tersebut? Barang kali beliau yang aku maksud? Tidak selang lama pertanyaan-pertanyaan itu muncul dalam benakku seketika aku balik kembali dengan kebingungan mencari beliau namun aku tidak menemukan bekas-bekas Sayyid tersebut dan tidak ada seorangpun didalam masjid. Maka akupun segera tahu bahwa aku menmukan seorang pribadi yang selama ini aku cari-cari , akan tetapi aku tak sadarkan diri, maka aku segera menangis dengan meratap-ratap bagaikan orang gila, dan aku berjalan mengelilingi masjid hingga subuh bagaikan orang yang sedang bingung karena dirundung cinta yang selalu menekan setelah sampai. Dan setiap kali aku teringat malam itu aku selalu tak sadarkan diri. Ini adalah ringkasan dari kisah yang terperinci.




Ke Bag 2---
5:30 AM

HALAMAN BERITA



Rezim Saudi Dinilai Sedang Menuju Kehancuran
Langkah Agresif AS Untuk Mengisolasi Iran
Irak Semakin Membara
Kisah Latif Yahia 'Anak' Saddam Hussein
Lawan Tentara Israel, Bocah Palestina Bertemu PM Turki
Mengapa Arab Berpaling dari Abu Mazen?
Konspirasi Baru Ancam Kedaulatan Irak
Ahmad Al-Sharifi : Turki, Israel dan Qatar Kobarkan Fitnah di Irak
Skenario Biden ; Disintegrasi Irak Dimulai dari Aksi Demo di Kawasan Sunni Irak





































5:24 AM

Ahmad Al-Sharifi : Turki, Israel dan Qatar Kobarkan Fitnah di Irak

Ahmad al-Sharifi, pengamat Irak menuding Turki bersama Rezim Zionis Israel dan Qatar berusaha membentuk Timur Tengah baru, mengobarkan fitnah dan memecah belah Irak.
Dalam wawancaranya dengan televisi al-Alam Senin (31/12), al-Sharifi mengatakan, "Turki dengan menggandeng Qatar dan Israel berusaha keras menggagalkan proses politik di Irak melalui pengobaran fitnah dan kerusuhan antar mazhab."

Seraya memperingatkan kondisi saat ini di Irak, al-Sharifi menekankan urgensitas pengambilan keputusan cepat oleh para petinggi Baghdad khususnya Perdana Menteri Nouri al-Maliki. Ditambahkannya, iklim saat ini di Irak bukan saat yang tepat untuk toleransi politik.

Pengamat Irak ini mengingatkan, keraguan dalam mengambil keputusan terkait kekuasaan kubu mayoritas tidak menguntungkan pemerintah dan koalisi yang berkuasa di negeri ini.

"Rafi al-Issawi, menteri keuangan telah memprovokasi rakyat melalui pengobaran fanatisme mazhab terhadap pemerintah. Ini merupakan manifestasi dari pembangkangan terhadap proses politik nasional," ungkap al-Sharifi.

Ia manambahkan, lebih baik perdana menteri menindak dan mencopot pejabat yang mengobarkan api fitnah antar mazhab yang berusaha menciptakan keretakan proses politik di negara ini. Dan mengingat kecil kemungkinan al-Issawi bersedia mengundurkan diri maka diperlukan keputusan tegas dalam masalah ini.

Menurutnya mengingat tidak adanya kesiapan yang cukup, pemilu dini tidak akan berhasil. Ditambahkannya, kita membutuhkan pemerintahan mayoritas yang mampu mengambil keputusan terkait instansi dan kasus keamanan serta mencegah intervensi asing.

Pengamat masalah strategis Irak menilai faktor yang mencegah pemerintah mengambil keputusan berani adalah tidak adanya persatuan di koalisi nasional dan tidak adanya kesamaan visi antara perdana menteri dan parlemen di berbagai masalah.

Al-Sharifi seraya menyeru Kaolisi Nasional untuk komitmen dengan nilai moral dan janji mereka menambahkan, penentangan internal di tubuh koalisi telah membuat keputusan perdana menteri tergoncang.

Ia menekankan kesatuan visi kubu Koalisi Nasional dalam menyikapu berbagai isu politik dan mempertahankan pembentukan pemerintahan mayoritas oleh perdana menteri. Al-Sharifi memprediksikan bahwa di pemilu mendatang banyak tokoh terkemuka yang bakal memudar.

Pengamat ini menuntut dibentuknya agitasi untuk penyelenggaraan pemilu dini dan memperingatkan bahwa jika hak ini tidak dilakukan maka kondisi Irak akan semakin parah serta kerugian terbesar akan dihadapi Koalisi Nasional. Disebutkan bahwa Alinasi Negara Hukum pimpinan Nouri al-Maliki menuntut pembubaran parlemen dan digelarnya pemilu dini.

Aliansi ini mendesak Rafi al-Issawi meminta maaf karena menyampaikan pidato provokatif dan berusaha mengobarkan fitnah sektarian. Koalisi Negara Hukum menjelaskan, keluarga korban kejahatan di Irak menyebut Tariq al-Hashimi, wakil presiden yang melarikan diri ke Turki dan Rafi al-Issawi sebagai pelaku utama tertumpahnya darah anak-anak mereka karena kedua orang ini mendukung serta terlibat dalam operasi anti kemanusiaan dan pembantaian massal di negara ini. (IRIB Indonesia/MF/SL)



Ke Halaman Berita---
5:05 AM

Konspirasi Baru Ancam Kedaulatan Irak

Irak selama ini selain diguncang berbagai aksi teror yang pernah usai serta memakan korban besar baik di pihak warga sipil maupun militer, kini kembali dihadapkan pada konspirasi baru musuh. Setelah aksi teror ternyata masih belum ampuh untuk menumbangkan pemerintahan Irak dan pengobaran friksi antara pemerintah pusat dan otorita Kurdistan juga belum berhasil, kini musuh mulai mengobarkan fitnah baru di tengah masyarakat serta memprovokasi mereka untuk bangkit menentang Baghdad.

Kali ini Provinsi al-Anbar menjadi lokasi konspirasi musuh-musuh Irak. Warga daerah yang mayoritas bermazhab Sunni ini diprovokasi untuk menentang pemerintah Baghdad. Awalnya isu yang diangkat untuk membangkitkan kemarahan warga adalah penangkapan pengawal menteri keuangan negara ini.Dan seiring dengan meningkatnya aksi protes anti pemerintah di Provinsi al-Anbar, Irak barat pemerintah Baghdad terpaksa menerapkan kondisi darurat di provinsi ini.

Setelah penangkapan pengawal Menteri Keuangan Irak, Rafi al-Issawi dengan dakwaan terlibat dalam aksi terorisme, meletuslah gelombang protes di Provinsi al-Anbar yang mayoritas Sunni. Dengan provokasi sejumlah kelompok Irak, khususnya List al-Iraqiya yang dipimpin Iyad Allawi aksi protes ini semakin meluas.

Menurut laporan Kurdpers mengutip Sky News, menyusul eskalasi protes dan pengumuman aksi mogok massal di Provinsi al-Anbar serta penutupan jalan yang menghubungkan negara ini dengan Yordania, pemerintah Irak menerapkan kondisi darurat di daerah ini. Pemerintah Baghdad juga setelah aksi protes kian meluas di al-Anbar langsung mencopot gubernur provinsi ini dan menyerahkan kontrol daerah tersebut kepada seorang komandan militer.

Di sisi lain, Nouri al-Maliki, Perdana Menteri Irak (Jumat 28/12) menyeru para demonstran untuk berunding dan menyuarakan tuntutannya ketimbang memblokir jalan serta menciptakan api fitnah dan kekerasan etnis.
Maliki di pidatonya memperingati satu tahun penarikan militer AS dari Irak menyebut kondisi negara ini senantiasa dihadapkan pada masalah rumit. "Pemerintah Baghdad yang menolak undang-undang tentang minoritas dan mayoritas sejatinya telah meletakkan sendi-sendi penting dan legal," ungkap Maliki.

Maliki seraya menekankan urgensitas menjaga hak seluruh kubu politik di Irak menekankan bahwa negara ini berdiri di atas pondasi demokrasi dan kebersamaan, oleh sebab itu, berbagai pihak harus menyadari kondisi ini dengan baik.

Ratusan warga Irak di berbagai provinsi negara menggelar aksi demo di kota Fallujah, Provinsi al-Anbar dan menuntut pembebasan para pengawal Rafi al-Issawi yang didakwa terlibat dalam aksi terorisme di negara ini.

Sementara itu, sikap Maliki dalam menghadapi aksi protes warga dinilai cukup bertanggung jawab. Ia pun berani mengakui bahwa sejumlah tuntutan demonstran legal dan ia berjanji untuk mengkajinya. Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki hari Sabtu (29/12) saat bertemu dengan delegasi ulama, termasuk Mehdi al-Sumaidaie, mufti Ahlu Sunnah di Baghdad menjelaskan bahwa sejumlah tuntutan demonstran seperti masalah tahanan dan perempuan adalah benar. Ia berjanji akan menjalankan tuntutan tersebut.

Lantas pihak mana yang berani mengobarkan api fitnah di Irak saat ini khususnya di wilayah al-Anbar. Berbagai jajak pendapat yang digelar di Irak menyebutkan bahwa Turki menjadi biang keladi dari aksi protes di al-Anbar dan sejumlah wilayah sekitarnya.
Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa Turki tengah menggelar konspirasi untuk memecah belah Irak dan menjajah sejumlah wilayah negara ini. Sebuah polling resmi terkait kebijakan pemerintah Turki di Irak menunjukkan bahwa Ankara memiliki sakit hati terhadap Baghdad serta berusaha memecah belah Irak dan menguasai sejumlah wilayahnya.

Responden yang berpartisipasi di jajak pendapat yang digelar lembaga riset al-Faidh menunjukkan 746 warga di antaranya 66 warga Baghdad meyakini Turki menjalankan kebijakan negatif terhadap Irak dan program tersebut berusaha memecah belah negara ini serta menguasai sebagian wilayahnya.
Hasil jajak pendapat ini juga menunjukkan, 52 persen warga Irak meyakini Turki sebagai musuh Nouri al-Maliki, perdana menteri negara ini dan 55 persen lainnya menilai Ankara sahabat mantan wakil presiden, Tariq al-Hashimi yang divonis mati melalui pengadilan negara ini. Saat ini al-Hashimi dilaporkan berada di Suriah.

Berdasarkan hasil jajak pendapat ini  sekitar 49 responden meyakini bahwa Usama al-Nujaifi , ketua parlemen Irak serta anggota List al-Iraqiya juga sekutu Turki. 61 persen warga Irak juga meyakini bahwa Turki tidak menunjukkan sikap tetap terhadap struktur nasional Irak dan serta lebih condong kepada kelompok Sunni serta etnis Turki.

Jajak pendapat yang melibatkan 33 kepala instansi pemerintah, 57 dokter, 57 insinyur, 47 pengacara, 52 pakar farmasi, 500 sarjana dan 98 akademisi menunjukkan 53 persen warga Irak menilai Turki tengah mendukung pembentukan wilayah Sunni di Irak dan 13 persen mengatakan bahwa Ankara ingin menciptakan wilayah Kurdi di Irak.

Masih menurut hasil polling ini, 57 persen responden menyatakan Turki senantiasa berusaha menjadikan Mosul sebagai wilayahnya. 26 persen etnis Syiah dan 37 persen warga Sunni Irak meyakini adanya rencana seperti ini di tengah pengambil keputusan Turki. (IRIB Indonesia/MF)



Ke Halaman Berita---
Newer Posts Home Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Photostream

Powered by Blogger.

Halaman

  • Home

Saya

Unknown
View my complete profile

Arsip

  • ▼  2013 (26)
    • ▼  January (26)
      • Rezim Al-Saud Dinilai Sedang Menuju Kehancuran
      • Menyingkap Hakikat Wahhabi & Mengenal Ibnu Abdul W...
      • Langkah Agresif AS Untuk Mengisolasi Iran
      • Irak Semakin Membara
      • Kisah Latif Yahia 'Anak' Saddam Hussein
      • Kisah Malik al-Asytar ra
      • Kisah Mus'ab bin Umair al-Khair ra
      • HALAMAN DO'A
      • Do'a Jausyan Kabir
      • Dialog Islam dan Atheis (Bag 5)
      • Dialog Islam dan Atheis (Bag 4)
      • Dialog Islam dan Atheis (Bag 3)
      • Dialog Islam dan Atheis (Bag 2)
      • Dialog Islam dan Atheis (Bag 1)
      • HALAMAN ISLAMI
      • Kisah Ibnu Taimiyah dan Hakikat Wahabisme
      • Skenario Biden ; Disintegrasi Irak Dimulai dari Ak...
      • HALAMAN INSPIRASI
      • Riwayat Qiraati 1
      • HALAMAN ALKISAH
      • Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra de...
      • Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra de...
      • Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra de...
      • HALAMAN BERITA
      • Ahmad Al-Sharifi : Turki, Israel dan Qatar Kobarka...
      • Konspirasi Baru Ancam Kedaulatan Irak
  • ►  2012 (4)
    • ►  December (4)

Blogger templates

Popular

    no image HALAMAN ALKISAH
    Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra dengan Imam Mahdi ajf (Bag 2) Pertemuan Ayatullah Al-Udzhma Marashi Najafi ra dengan Imam Mahdi ajf (Bag 2)
    Kisah Malik al-Asytar ra Kisah Malik al-Asytar ra
    Kisah Ibnu Taimiyah dan Hakikat Wahabisme Kisah Ibnu Taimiyah dan Hakikat Wahabisme
    Do'a Jausyan Kabir Do'a Jausyan Kabir
    Dialog Islam dan Atheis (Bag 4) Dialog Islam dan Atheis (Bag 4)
    Dialog Islam dan Atheis (Bag 5) Dialog Islam dan Atheis (Bag 5)
    no image Rezim Al-Saud Dinilai Sedang Menuju Kehancuran
    no image Dimanakah Kebenaran Itu?
    Dialog Islam dan Atheis (Bag 1) Dialog Islam dan Atheis (Bag 1)

Contact us

Hello there!

Follow us

High Quality Blogger Templates
Copyright © 2012 Ya Shahib Zaman - and Free Blogger Templates.